Setiap hari senja selalu berganti menjadi malam.. malam yang tak pasti. terkadang penuh dengan bintang dan temaram bulan yang kadang sabit , kadang pula purnama , kadang tak nampak satupun bintang, apalagi rembulan . terkadang langit kosong , suram, namun terkadang sebuah kejutan indah datang "gerimis" ^_^
malam yang tak pasti , hampir sama seperti rinduku padamu yang tak pasti.. " tak berujung , tak terdefinisi, tak terungkap "
ya..... terkadang aku benci ketika aku harus meneteskan air mata saat merindukanmu.. namun kemudian aku merasa lega ,.. karena setidaknya rinduku berujung dengan air mata. bukankah itu lebih baik daripada rindu yang tak berujung?
bagi kebanyakan orang rindu memiliki sebuah definisi, mereka mendefinisikan rindu dengan persepsi mereka masing masing. namun, hingga detik ini aku masih belum bisa mendefinisikan rinduku kepadamu..
"apakah disebut rindu jika selalu sendu? "
"apakah rasa rindu sedingin salju?"
"apakah rindu harus slalu menangis pilu?"
"apakah dinamakan rindu jika perasaanku saling beradu?"
"apakah memang rindu ini tak dapat terdefinisi olehku?"
"apakah rindu ada karena jarak ruang dan waktu?"
jika karena hal hal itu....
Mungkinkah aku harus selalu merindukanmu?
~for my special one.... dulu aku sering merindukan.. bahkan hingga malam ini aku masih merindukanmu.. ada hal yang ingin kukatakan padamu saat kelak kita kembali bertemu lagi .. yaitu :
"waktu bisa menggulung layar kehidupan dari satu musim menuju musim yang baru. angin juga bisa melempar angan dan keinginan insan sejauh mungkin. tapi cinta dan kesetiaan punya caranya sendiri untuk menemukan takdirnya kembali . ia terlalu perkasa untuk dibekukan oleh angin musim gugur maupun setumpuk salju sekalipun"