Minggu, 12 Februari 2017

Percayalah, Takdir akan Membulatkan Tanggal di Suatu Kalender Bahagia Untukmu yang Hatinya Telah Lama Patah

Bahkan kesedihan terdalam pun tidak akan bertahan selama ribuan tahun dan cinta yang paling mendalam juga tidak akan bertahan selama ribuan tahun
~Korean Drama, Goblin~
Teruntuk orang-orang disana yang belum berhasil menggantungkan do’a-do’anya di langit, yang ikhtiarnya menunggu seseorang terbuang bagai percuma, dan akhirnya selalu saja menepi dengan perasaan kecewa penuh kegagalan. Teruntuk yang tengah penuh harap, nyatanya mendung memang belum tentu berarti hujan, hingga kamu menyadari, bahwa kamu baru saja menanti sebuah ketiadaan. Tenanglah, tidak mengapa, mungkin memang hatimu yang terlalu berlebihan dalam menyulam sebuah harapan. atau mungkin memang hatinya yang terlalu keras untuk menerima sebuah ketulusan.

Percayalah, setiap harinya, bukan cuma hatimu yang patah karena menunggu seseorang yang tak pernah sadar bahwa dirinya dinanti. Mendoakan seseorang yang selalu menyebut nama orang lain dalam doanya. Dan merindukan seseorang yang bahkan tak pernah sedikitpun merindukan balik. Banyak hati yang juga patah karena perasaan yang sama. ada yang cukup bijaksana dengan membiarkan hatinya patah hanya beberapa minggu saja, lalu pergi dan memilih untuk menemukan kebahagiannnya sendiri. Namun, tak sedikit orang-orang yang memilih untuk tetap diam, merayakan kehilangan bahkan menikmati pilunya hati yang selalu menjadi sosok yang mencintai secara diam-diam namun tetap tak berbalas selama ribuan hari.

Bahkan ada beberapa yang cukup bijak dengan mengatakan bahwa ”sejak kapan jatuh cinta harus bersifat tak terhormat seperti dendam? apakah harus selalu menuntut balas? tidak kan?"
Sepertinya sudah cukup banyak waktu yang terbuang untuk menunggu dan mencintai seseorang yang tidak membalasmu. Cobalah untuk membuka hatimu, menampilkan kembali senyum yang sempat hilang pada hari-harimu. Karena kamu berhak untuk bahagia.
Dengarkanlah, percayalah suatu hari setelah sekian lama, dalam suatu musim musim dingin nan beku dan panjang, ditengah lelahnya hati yang tengah putus asa karena menunggu seseorang yang tak pernah sadar bahwa dirinya tengah dinanti, dalam teriknya ketidak pastiaan yang diciptakan oleh seseorang.

Mungkin, seseorang yang sebelumnya belum pernah kamu ketahui namanya bahkan sifatnya, Mungkin, seorang penyuka kopi dengan berbagai macam rasa atau entah seseorang dengan tangan yang hangat dan bermata dalam. 
Mungkin, saat kamu bertemu dengannya semacam ada rasa lelah yang sirna, ada semacam senyum kaku yang perlahan mengembang, dan ada semacam hati yang menghangat setelah lama dibekukan oleh luka yang begitu menyayat. Akan ada yang berbeda, ada suatu bahagia yang kembali hadir karenanya , ada luka yang perlahan tersembuhkan oleh hadirnya.

Dia orang baru, mungkin iya mungkin bukan, seseorang yang sengaja dikirim takdir untuk memberikan kembali warna dan kehangatan dalam hati yang sempat patah dalam waktu yang cukup lama. Dan percayalah, saat kamu kembali melihatnya, banyak yang mungkin ingin kamu abadikan saat kamu bersamanya, salah satunya adalah kebersamaanmu dengannya dan semoga dia memang seseorang yang sengaja dikirim takdir untuk terus menemanimu, tanpa meninggalkan luka seperti orang-orang yang pernah singgah sebelumnya kedalam hatimu.

Dan terkadang seseorang yang hatinya telah cukup lama patah akan berada di titik ini, titik dimana ia ingin memulai dan membangun kembali senyuman yang sempat roboh.. Memunguti serpihan serpihan kebahagiaan dan harapan yang pernah tercecer. mungkin, bukan dengan orang yang telah lama ditunggunya selama bertahun-tahun. Namun dengan siapapun itu, kamu yang hatinya sempat patah berhak untuk tersenyum dan bahagia kembali. Aku juga berdoa untuk banyak wanita baik diluar sana yang sempat mengalami perasaan sedih yang sama.
written by Nurul Hidayy..

Kamis, 24 November 2016

maafkan aku yang terkadang masih merindukanmu


Kudengar kau tengah baik-baik saja disana, beberapa orang bahkan berkata bahwa kamu telah berbahagia dengan seseorang .
aku turut bahagia juga atas kebahagiaanmu. 
Disini aku selalu mendoakanmu agar kau tak pernah sedikitpun merasakan kesedihan seperti yang sempat kurasakan karena kehilanganmu. 
Aku melihatmu tersenyum kemarin, dalam foto yang kau unggah bersama gadis itu, Ah… kalian benar-benar pasangan yang serasi. Aku berdoa agar dia dapat menjaga hatimu dengan sangat baik. 
Jika bisa, aku bahkan ingin mengucapkan banyak terimakasih kepadanya, karena telah membantumu menampilkan senyuman hangat itu kembali. Senyuman yang bahkan sempat jarang kulihat setelah kita dipisahkan oleh jarak dan waktu tanpa suatu kejelasan. 
Bahkan aku ingin menyampaikan rasa terimakasihku kepada kekasihmu yang baru, bahwa aku begitu bangga melihatnya membawamu kepada hari-hari yang penuh dengan warna. 
Dan untukmu, seseorang yang sempat didizinkan oleh takdir untuk sejenak menetap dihatiku, tak perlu lagi kau menoleh kebelakang. Maafkan aku atas rasa pengecutku yang tak mampu memperjuangkanmu lebih jauh lagi. Sekarang, kita tengah berjalan di persimpangan jalan yang berbeda. Kuharap apabila suatu waktu kita dipertemukan pada sebuah titik jalan yang sama, kita bisa saling tersenyum menatap satu sama lain. 
Aku akan tersenyum bahagia melihatmu bersama dengan seseorang yang kau cintai, dan kaupun akan bahagia melihatku bersama dengan seseorang yang kelak akan kucintai juga. 
aku berdoa agar luka di hati masing-masing yang disebabkan oleh suatu perpisahan dan kehilangan tak meninggalkan secuil dendam pada hati kita. baik itu terhadap waktu, jarak maupun seseorang yang memang belum dan tidak diizinkan oleh takdir untuk terus bersama dengan kita. 
“semoga kau selalu bahagia, aku berdoa untuk kebahagiaanmu”
-maafkan aku yang terkadang masih merindukanmu, 
-Written by nurul hidayy , SEMARANG 24 NOVEMBER 2016

Sabtu, 15 Oktober 2016

bagaimana jika....


Pagi itu, dia berpamitan pergi. 
Katanya, ada beberapa hal di masa lalu yang perlu ia selesaikan. Tentang seseorang yang pernah mengisi hatinya di masa lalu. Perempuan yang pernah ada di hatinya, yang pernah dicintai begitu dalam olehnya, perempuan yang mungkin pernah dirindukannya, Ah mungkin bukan pernah, tapi masih. Mimik mukanya berubah, sumringah, warna wajahnya mencerah, tiap kali menceritakan nama perempuan itu. Bukan namaku, tentu saja. Aku menyebut seseorang yang ia ceritakan sebagai, “perempuan yang beruntung”.

Suatu waktu aku pernah bertanya, sebenarnya apa yang membuat kita tidak dapat bersatu?

Bukankah kita menyukai buku yang sama?

Bukankah kita pernah punya impian yang sama?

Bukankah kita bisa bahagia membicarakan dan menceritakan banyak hal?

Bukankah kita pernah saling mendukung ?

Bukankah kita sudah seperti teman baik sejak bertahun-tahun yang lalu? Bukankah mudah untuk melanjutkannya menjadi teman hidup?

Tapi suatu saat kau pernah berkata bahwa kita masing-masing adalah selembar halaman pada sebuah buku cerita yang berbeda, seandainya aku dibaca setelahmu, aku dan kau takkan bisa jadi cerita yang berakhir menyatu.

Bukan…. Aku tak pernah berusaha menerima kata-katamu dengan lapang hati, kau tau ?

Atau bagaimana jika kita pergi duduk memesan dua cangkir teh di kala hujan pada suatu senja, kemudia saling bicara untuk mengakumulasikan seberapa besar perasaan masing masing yang pernah ada. Apakah itu belum cukup untuk mengungguli perasaanmu padanya ?

Oh, jika belum… bagaimana jika kita mengakumulasikan pertemuan pertemuan kita dan frekuensi percakapan percakapan bahagia kita, apakah belum cukup juga untuk menandingi pertemuanmu dengannya yang hanya ada dalam angan-anganmu?

Kau tahu? langit sudah hitam sejak berapa menit lalu. Dan aku hanya bertanya dalam diam, dihadapanmu sambil memandangimu tersentyum menceritakan banyak hal tentang gadis itu, tentu saja tak ada yang menjawab pertanyaanku. Meski mungkin beberapa partikel udara sempat mendengarnya. Angin juga diam saja, pura-pura tidak tahu kalau ada pertanyaan saat itu. Senja hampir pudar , tinggal berapa menit lagi. Dan masih banyak pertanyaan lain yang masih diam-diam mencari sendiri jawabannya. Kau tahu aku tak pernah siap kecewa untukmu.

ditulis oleh wanita yang tak sempat mendengar jawaban. 


Selasa, 02 Agustus 2016

Perlunya Suatu Redefinisi Makna “Cantik” bagi Wanita Era Modern



Memasuki era modern, khususnya beberapa tahun ini telah terjadi pergeseran makna tentang kecantikan. Kecantikan yang pada era klasik disimbolkan oleh perpaduan antara kecantikan fisik dan kecantikan dari dalam yang mencakup mental, hati dan budi pekerti yang baik serta  santun. Kini Nampak mengalami pergeseran pada akhir dekade ini. Kecantikan sengaja dikonstruksikan oleh media berdasarkan kriteria-kriteria tertentu sebagai pemerkuat kepentingan komersil. Irwan Abdullah dalam bukunya “Studi Tubuh, Nalar dan Masyarakat : Perspektif Atropologi” menyatakan bahwa pada masa abad pertengahan definisi cantik berhubungan erat dengan religiusitas seorang wanita. Kemudian memasuki abad ke-19, seseorang yang dikatakan cantik adalah wanita golongan aristrokat, kemudian bergeser ke awal abad 20-an konsepsi cantik didasarkan pada ras, latar belakang etnis serta feminim.
Pada dekade ini, penyebutan kata cantik didefinisikan untuk seorang wanita yang bertubuh tinggi, langsing, berkulit putih cerah, beralis tebal serta berwajah mulus bak porselen. Yang pada intinya lebih mengarah pada keseragaman atau universalitas. Kapitalisme produk-produk kecantikan komresial telah membentuk masyarakat untuk mensugesti diri mereka masing-masing bahwa kecantikan semata-mata adalah symbol kesempurnaan fisik nan paten menurut standar yang telah mereka tetapkan. Masyarakat khususnya wanita era modern berlomba-lomba melakukan berbagai macam perawatan tubuh dan wajah berbiaya fantastis demi mendapatkan hasil yang seperti disimbolkan oleh produk kecantikan komersil, sehingga banyak dari mereka yang melupakan aspek penting dan mendasar pada sebuah sebutan “cantik” yang sebenarnya, yaitu kebaikan budi pekerti, kemuliaan hati serta kesantunan perilaku.
Jika kembali dilihat pada masa kolonialisme di Indonesia, maka mungkin posisi wanita cantik hanya akan menjadi cameo dalam sebuah buku sejarah pergerakan kebangsaan. Sedangkan mungkin beberapa persenya, khususnya wanita cantik nan beruntung akan masuk dalam cerita sejarah yang kemudian menjadi cerita legenda yang tersebar di kalangan masyarakat di masa yang akan datang. Perlu diketahui bahwa cantik saja tak cukup membawa perubahan berarti untuk masa depan. Mungkin hanya sebatas melahirkan keturunan nan cantik pula. Selebihnya peran penting akan dipegang oleh wanita yang memiliki kecerdasan, kesantunan, kerendahatian, serta keberanian dalma mengungkapkan gagasan.
Mungkin apabila pada masa kolonialisme taka ada wanita-wanita cerdas nan pemberani yang memiliki ide serta mental yang kuat untuk memperjuangkan kemerdekaan serta hak-hak wanita agar mendapatkan pendidikan serta hak yang sama  untuk memperoleh pengetahuan, maka mungkin nasib wanita Indonesia masih sangat tertinggal. Maka, perlu dilakukan suatu redefinisi kata “cantik” serta menanamkannya dalam setiap hati wanita bahwa, apapun warna kulitnya, berapapun cm tingginya, apapun kondisi kulit wajahnya, dan berapapun berat badannya, asalkan ia dapat memposisikan dirinya senyaman mungkin untuk percaya diri, memiliki kesantunan terhadap sesama, memiliki sikap rendah hati tanpa mendiskriminasi individu lainnya. Serta memiliki kecerdasan dan keteguhan di bidangnya masing-masing maka ia merupakan salah satu bagian dari wanita cantik.  

thanks for reading, written by Nurul Hidayy


Jumat, 24 Juni 2016

“Tolong Jangan Katakan”

-----Tolong jangan mengatakan bahwa seseorang adalah pecundang jika anda tidak tahu prosesnya-----

“Bukankah sering kita menjumpai orang yang punya minat sosial masuk jurusan teknik, minat sastra masuk kedokteran, minat musik masuk akuntansi? Terkadang orang terlalu pecundang untuk mengikuti kata hati mereka, sehingga dalam sisa – sisa hidupnya mereka berkutat dengan sesuatu yang sebenarnya tidak mereka cintai. Mereka bekerja demi uang, sekolah demi gelar, berdandan demi prestis dan lain sebagainnya. Setahu saya orang – orang besar semuanya bekerja atas nama cinta atau passion. Sementara orang – orang yang kurang beruntung menjalani hidupnya melakukan hal yang sebenarnya tidak mereka cintai demi uang, demi harga diri, demi gelar dan sebagainya. Saya percaya bahwa ketika orang itu sukses bukan ambisi yang mendorong mereka, tetapi karena rasa cinta atau passion terhadapa apapun yang mereka kerjakan. Kebanyakan orang memandang cinta sebagai sesuatu yang sepele, sekedar perasaan sayang dan ketetapan hati. saya melihat cinta dari sisi yang lain dan percayalah bagaimana cinta bekerja. Steve Jobs besar karena mencintai desain dan komputer, Frank Sinatra besar karena mencintai musik, Einstein besar karena mencintai fisika. 

Kebanyakan dari kita terlalu takut untuk mempercayai hati kita. Ketika kita sebenarnya mencintai musik, orang berkata, mau jadi apa kau kuliah musik? Pengamen? Orang – orang seperti ini disentil sedikit oleh orang lain langsung goyah. Saya percaya hakikat hidup sebenarnya bukan berlibur, tapi bekerja. Coba kalian bayangkan jika sebagian besar hidup kita, kita habiskan untuk mengerjakan hal – hal yang tidak kita sukai, betapa malangnya hidup kita. Rata – rata kita hanya berumur 60 tahun dan kita hidup mengerjakan hal – hal yang jelas – jelas tidak kita sukai.”

Maaf sebelumnya karena saya mengutip kata kata yang ditulis oleh seseorang di blog pribadinya. Jujur kata kata itu sangat melukai perasaan saya dan mungkin beberapa orang yang tengah berjuang untuk menemukan passion mereka ditengah keterjebakan mereka dalam dunia yang telah mereka terjuni. Baiklah, sedikit cerita kenapa hati saya sedikit sedih saat membaca artikel diatas. Saya adalah seorang mahasiswa peternakan di sebuah universitas di suatu kota. Entah saya belum tahu pasti apa alasan saya memilih jurusan peternakan dalam opsi jurusan saya saat itu. Padahal dulu saya begitu yakin dengan impian saya dan passion saya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan peternakan. Namun, saat ini saya tidak pernah mempermasalahkannya. Saat banyak individu dan populasi manusia yang menanyakan kepada saya tentang bagaimana kabar saya saat ini yang tengah terjun dan belajar di jurusan tersebut, saya selalu berusaha menjawab dengan penuh senyum dan cerita cerita menarik dengan penuh semangat. Saya senang saat mereka tertawa mendengar cerita cerita yang bagi saya mengagumkan saat saya berada di jurusan tersebut. Entah saya tidak pernah tahu hati manusia, apakah itu tertawa karena terhibur, kagum atau bahkan tertawa karena menganggapnya hal yang begitu tidak penting dan remeh. Dari awal, saya tidak pernah peduli akan hal itu. Saya hanya individu biasa tanpa keistimewaan dan bakat luar biasa apapun yang berusaha menghargai diri saya dan perjuangan saya sendiri untuk dapat bertahan di jurusan yang sulit dan penuh dengan tekanan ini.  
Bukankah dalam perjalanan hidup tidak ada yang kebetulan, kita saja yang sering merasa “kebetulan” karena sesungguhnya Allah SWT telah mencatat seluruh peristiwa yang terjadi, bahkan selembar daun yang terjatuh dari rantingnya pun telah tercatat.
“Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat)  dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) (An Naml, 27;75)
Tentunya seseorang memilih pilihan yang terkadang tidak sesuai dengan impiannya maupun pilihan yang melukai harapan akan impiannya karena suatu alasan yang mungkin tidak akan orang lain mengerti. Karena pada dasarnya masalah yang dialami oleh setiap individu akan berbeda beda. Saat itu saya memilih jurusan peternakan karena banyak sekali pertimbangan yang saya pikirkan. Termasuk peluang, ekonomi dan juga perasaan orang tua saya. Jadi saat ada seseorang yang mengatakan bahwa seseorang yang memilih bidang yang tidak sesuai dengan passionnya adalah pecundang dan pembohong besar , maka hati siapa yang tidak terluka ?
Menurut Tafsir Qurtubi, semua takdir makhluk Allah telah ditulis-Nya di Lauh Mahfuz, bisa saja dihapus atau diubah oleh Allah atau Allah menetapkan sesuai dengan kehendak-Nya. Kemudian yang dapat mengubah takdir yang tertulis dalam Lauh Mahfuz itu hanya doa dan perbuatan baik atau usaha dari individu tersebut.
Maka tolong jangan dengan mudah mengatakan seseorang itu pecundang hanya karena ia memilih bidang yang tidak sesuai dengan impian awal mereka. Mungkin di dunia ini ada sebagian orang yang ditakdirkan sukses karena pilihan yang sesuai dengan passion mereka dan sebagian lagi sukses dalam keterjebakannya dalam dunia yang awalnya mereka anggap tidak sesuai dengan impian mereka, namun mereka justru menemukan semangat baru dan hal hal baru yang dapat membuat mereka untuk bangkit dan merintis kesuksesan di bidang mereka saat ini. Yang terpenting adalah melakukan yang terbaik dengan cara yang diridhai oleh Allah SWT.  Proses dalam hidup kita ditawarkan pada berbagai macam pilihan mulai dari hal kecil seperti memilih pakaian yang mau kita kenakan, memilih jalan ke kiri atau ke kanan, memilih pasangan hidup, memilih pekerjaan dan banyak lagi yang menentukan kondisi yang saat ini terjadi pada diri kita. Dalam buku Awaken Giant Within, Anthony Robbin menyampaikan keputusan yang diambil akan menentukan takdir. Jadi jangan pernah menilai seseorang itu pecundang atas apa yang telah dia pilih dengan pertimbangan yang telah ia tentukan.
Seandainya kita mau merenung dan sedikit berfikir, sungguh di setiap apa yang telah Allah takdirkan untuk hamba-hamba-Nya, di dalamnya terdapat hikmah dan maslahat tertentu, baik ketika itu kita telah mengetahui hikmah tersebut ataupun tidak. Demikian juga ketika Allah  menimpakan suatu ujian kepada kita, berupa ketidaksesuaian bidang yang kita tempuh dengan passion awal kita, maka kita wajib berprasangka baik kepada-Nya. Sudah sepantasnya kita meyakini bahwa yang kita alami tersebut akan membawa kebaikan bagi kita, baik untuk dunia kita maupun akhirat kita. Oleh karena itu, maka lihatlah takdir ini dengan kacamata nikmat dan rahmat, jangan dengan cepat menjatuhkan semangat orang lain yang tengah berjuang menemukan passion dan jalan kesuksesannya di bidangnya saat ini dengan mengatakan bahwa dia adalah seorang pecundang.
Karena Allah SWT pun telah berfirman,
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)
Dan semoga dilain kesempatan, apabila kau menemui seseorang yang dengan suatu alasan telah dengan berat memilih bidang yang kamu anggap tidak sesuai dengan impiannya terdahulu maka berilah ia semangat,  karena mungkin tidak mudah baginya untuk memulai semua ini. Katakan kepadanya bahwa kamu akan selalu mendukungnya dan mendoakan yang terbaik untuknya. 

ditulis oleh Nurul Hidayy, siswa biasa yang sedang berusaha menemukan passionnya di bidang peternakan.  

Jumat, 15 April 2016

ditempat yang seharusnya daun maple berada



hembusan angin yang dingin berangsur angsur menjadi hangat. meskipun bunga bunga dan dedaunan yang meranggas belum mulai tumbuh namun sudah tampk bahwa musim semi sudah datang. meskipun terkadang kisah seseorang berjalan semakin rumit dan langit membuatnya tampak sangat rahasia, tetapi alam tetap menjalankan tugasnya dengan mengganti musim. namun dalam kelembutan dan keindahan angin musim semi masih tersimpan suatu energi dingin didalamnya. 

apa kau pernah membaca kisah tentang daun maple yang jatuh hati dengan musim semi??
para penulis fiksi klasik hingga kontemporer sering berkata dalam baris baris fiksinya bahwa daun maple seharusnya mencintai musim gugur yang membuatnya terlihat begitu anggun. bukannya malah jatuh hati kepada musim semi yang selalu menganggapnya sama dengan dedaunan lainnya.
namun rupanya daun maple telah lebih dahulu jatuh hati kepada musim semi yang pertama kali ia lihat saat ia tumbuh dan dengan bijaksana daun maple mengatakan kepada para penulis fiksi klasik hingga kontemporer bahwa ''sejak kapan jatuh cinta harus bersifat tak terhormat seperti dendam? apakah harus selalu menuntut balas? tidak kan"
dan entah bagaimana akhir cerita daun maple dan musim semi.. yang kutahu langit tengah merancang kisah yang indah untuk mereka. entah untuk mereka berdua atau untuk mereka sediri dengan jalurnya masing masing.

mungkin surat ini telah berkarat ketika sampai di tanganmu, musim dingin telah beberapa kali membasahi dan membekukannya, gerimis di musim gugur juga telah beberapa kali menghempaskan dan melayangkannya bersama angin yang terasa dingin dan misterius.
namun kuharap tangan musim semimu mampu untuk kembali mengeringkan dan menerima surat yang telah berkarat ini.

seperti daun maple yang berkali kali dilewati oleh musim semi, sebelumnya kita juga sudah sering bertemu. namun, ribuan warna warni bunga yang antusias untuk mekar di musim semi telah menghalangi dan menyamarkan pandanganmu terhadapku, sehingga mungkin kau tak pernah mengetahui bahwa kita pernah sering bertemu.

namun entah, seiring dengan mekarnya bunga bunga dan dedaunan yang kian hari berubah menghijau , hati daun maple pun berubah menjadi sedikit melankolis. angin musim semi bertiup lembut melewati hati daun maple yang terasa kosong karena merindukan musim semi yang tak pernah singgah lebih lama untuk sekedar mengobati kerinduannya.

bulan maret pun cepat berlalu. cahaya matahari musim semi pun sedikit demi sedikit berubah menjadi cokelat diiringi hati daun maple yang sedikit demi sedikit berubah menjadi ragu.
mungkin memamng benar daun maple seharusnya jatuh hati kepada musim gugur yang akan membuatnya bahagia dan membuat dedaunnanya menjadi warna warni cerah mirip sampul buku fiksi yang berakhir dengan bahagia.

kemudian beberapa angin yang berhembus saat pergantian musim mengatakan kepadaku untuk melupakanmu. meninggalkan bayangan dan angan angan tentangmu, serta hidup saja dalam kenyataan.
memang, rasanya tidak sulit untuk begitu saja melupakanmu..karena perkenalan kita sepertinya hanya sepihak saja. mungkin aku saja yang mengenalmu lewat mimpi mimpiku.  semoga suatu hari takdir mengizinkan kita untuk bisa saling mengenal secara nyata. semoga tidak lagi sepihak.

''teratai akan indah jika ia ada bersama dengan air, sakura akan nampak mempesona jika ia bersama dengan musim semi, bunga plum akan menawan saat ia menyambut musim dingin dan daun maple akan berwarna anggun ketika berada bersama musim gugur'' 
semua nya akan namppak indah pada jalur kebahagiannya masing masing dan pada tempatnya masing masing. maafkan aku yang sengaja meninggalkan perasaanku terhadapmu di akhir maret yang hangat, semoga kau juga bahagia.