Jumat, 24 Juni 2016

“Tolong Jangan Katakan”

-----Tolong jangan mengatakan bahwa seseorang adalah pecundang jika anda tidak tahu prosesnya-----

“Bukankah sering kita menjumpai orang yang punya minat sosial masuk jurusan teknik, minat sastra masuk kedokteran, minat musik masuk akuntansi? Terkadang orang terlalu pecundang untuk mengikuti kata hati mereka, sehingga dalam sisa – sisa hidupnya mereka berkutat dengan sesuatu yang sebenarnya tidak mereka cintai. Mereka bekerja demi uang, sekolah demi gelar, berdandan demi prestis dan lain sebagainnya. Setahu saya orang – orang besar semuanya bekerja atas nama cinta atau passion. Sementara orang – orang yang kurang beruntung menjalani hidupnya melakukan hal yang sebenarnya tidak mereka cintai demi uang, demi harga diri, demi gelar dan sebagainya. Saya percaya bahwa ketika orang itu sukses bukan ambisi yang mendorong mereka, tetapi karena rasa cinta atau passion terhadapa apapun yang mereka kerjakan. Kebanyakan orang memandang cinta sebagai sesuatu yang sepele, sekedar perasaan sayang dan ketetapan hati. saya melihat cinta dari sisi yang lain dan percayalah bagaimana cinta bekerja. Steve Jobs besar karena mencintai desain dan komputer, Frank Sinatra besar karena mencintai musik, Einstein besar karena mencintai fisika. 

Kebanyakan dari kita terlalu takut untuk mempercayai hati kita. Ketika kita sebenarnya mencintai musik, orang berkata, mau jadi apa kau kuliah musik? Pengamen? Orang – orang seperti ini disentil sedikit oleh orang lain langsung goyah. Saya percaya hakikat hidup sebenarnya bukan berlibur, tapi bekerja. Coba kalian bayangkan jika sebagian besar hidup kita, kita habiskan untuk mengerjakan hal – hal yang tidak kita sukai, betapa malangnya hidup kita. Rata – rata kita hanya berumur 60 tahun dan kita hidup mengerjakan hal – hal yang jelas – jelas tidak kita sukai.”

Maaf sebelumnya karena saya mengutip kata kata yang ditulis oleh seseorang di blog pribadinya. Jujur kata kata itu sangat melukai perasaan saya dan mungkin beberapa orang yang tengah berjuang untuk menemukan passion mereka ditengah keterjebakan mereka dalam dunia yang telah mereka terjuni. Baiklah, sedikit cerita kenapa hati saya sedikit sedih saat membaca artikel diatas. Saya adalah seorang mahasiswa peternakan di sebuah universitas di suatu kota. Entah saya belum tahu pasti apa alasan saya memilih jurusan peternakan dalam opsi jurusan saya saat itu. Padahal dulu saya begitu yakin dengan impian saya dan passion saya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan peternakan. Namun, saat ini saya tidak pernah mempermasalahkannya. Saat banyak individu dan populasi manusia yang menanyakan kepada saya tentang bagaimana kabar saya saat ini yang tengah terjun dan belajar di jurusan tersebut, saya selalu berusaha menjawab dengan penuh senyum dan cerita cerita menarik dengan penuh semangat. Saya senang saat mereka tertawa mendengar cerita cerita yang bagi saya mengagumkan saat saya berada di jurusan tersebut. Entah saya tidak pernah tahu hati manusia, apakah itu tertawa karena terhibur, kagum atau bahkan tertawa karena menganggapnya hal yang begitu tidak penting dan remeh. Dari awal, saya tidak pernah peduli akan hal itu. Saya hanya individu biasa tanpa keistimewaan dan bakat luar biasa apapun yang berusaha menghargai diri saya dan perjuangan saya sendiri untuk dapat bertahan di jurusan yang sulit dan penuh dengan tekanan ini.  
Bukankah dalam perjalanan hidup tidak ada yang kebetulan, kita saja yang sering merasa “kebetulan” karena sesungguhnya Allah SWT telah mencatat seluruh peristiwa yang terjadi, bahkan selembar daun yang terjatuh dari rantingnya pun telah tercatat.
“Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat)  dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) (An Naml, 27;75)
Tentunya seseorang memilih pilihan yang terkadang tidak sesuai dengan impiannya maupun pilihan yang melukai harapan akan impiannya karena suatu alasan yang mungkin tidak akan orang lain mengerti. Karena pada dasarnya masalah yang dialami oleh setiap individu akan berbeda beda. Saat itu saya memilih jurusan peternakan karena banyak sekali pertimbangan yang saya pikirkan. Termasuk peluang, ekonomi dan juga perasaan orang tua saya. Jadi saat ada seseorang yang mengatakan bahwa seseorang yang memilih bidang yang tidak sesuai dengan passionnya adalah pecundang dan pembohong besar , maka hati siapa yang tidak terluka ?
Menurut Tafsir Qurtubi, semua takdir makhluk Allah telah ditulis-Nya di Lauh Mahfuz, bisa saja dihapus atau diubah oleh Allah atau Allah menetapkan sesuai dengan kehendak-Nya. Kemudian yang dapat mengubah takdir yang tertulis dalam Lauh Mahfuz itu hanya doa dan perbuatan baik atau usaha dari individu tersebut.
Maka tolong jangan dengan mudah mengatakan seseorang itu pecundang hanya karena ia memilih bidang yang tidak sesuai dengan impian awal mereka. Mungkin di dunia ini ada sebagian orang yang ditakdirkan sukses karena pilihan yang sesuai dengan passion mereka dan sebagian lagi sukses dalam keterjebakannya dalam dunia yang awalnya mereka anggap tidak sesuai dengan impian mereka, namun mereka justru menemukan semangat baru dan hal hal baru yang dapat membuat mereka untuk bangkit dan merintis kesuksesan di bidang mereka saat ini. Yang terpenting adalah melakukan yang terbaik dengan cara yang diridhai oleh Allah SWT.  Proses dalam hidup kita ditawarkan pada berbagai macam pilihan mulai dari hal kecil seperti memilih pakaian yang mau kita kenakan, memilih jalan ke kiri atau ke kanan, memilih pasangan hidup, memilih pekerjaan dan banyak lagi yang menentukan kondisi yang saat ini terjadi pada diri kita. Dalam buku Awaken Giant Within, Anthony Robbin menyampaikan keputusan yang diambil akan menentukan takdir. Jadi jangan pernah menilai seseorang itu pecundang atas apa yang telah dia pilih dengan pertimbangan yang telah ia tentukan.
Seandainya kita mau merenung dan sedikit berfikir, sungguh di setiap apa yang telah Allah takdirkan untuk hamba-hamba-Nya, di dalamnya terdapat hikmah dan maslahat tertentu, baik ketika itu kita telah mengetahui hikmah tersebut ataupun tidak. Demikian juga ketika Allah  menimpakan suatu ujian kepada kita, berupa ketidaksesuaian bidang yang kita tempuh dengan passion awal kita, maka kita wajib berprasangka baik kepada-Nya. Sudah sepantasnya kita meyakini bahwa yang kita alami tersebut akan membawa kebaikan bagi kita, baik untuk dunia kita maupun akhirat kita. Oleh karena itu, maka lihatlah takdir ini dengan kacamata nikmat dan rahmat, jangan dengan cepat menjatuhkan semangat orang lain yang tengah berjuang menemukan passion dan jalan kesuksesannya di bidangnya saat ini dengan mengatakan bahwa dia adalah seorang pecundang.
Karena Allah SWT pun telah berfirman,
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)
Dan semoga dilain kesempatan, apabila kau menemui seseorang yang dengan suatu alasan telah dengan berat memilih bidang yang kamu anggap tidak sesuai dengan impiannya terdahulu maka berilah ia semangat,  karena mungkin tidak mudah baginya untuk memulai semua ini. Katakan kepadanya bahwa kamu akan selalu mendukungnya dan mendoakan yang terbaik untuknya. 

ditulis oleh Nurul Hidayy, siswa biasa yang sedang berusaha menemukan passionnya di bidang peternakan.