Rabu, 07 Oktober 2015
kemarau yang mundur
"entahlah..... sampai detik ini aku masih berharap hatinya tetap untukku. "
hujan yang tak kunjung datang bulan ini, di suatu tempat mungkin dia bosan tertawa bersama musim panas.
mungkin... kemarau memang harus mundur.. .dan membiarkan gadis hujan untuk datang menghiasi hati pemuda itu.
namun, nyatanya kemarau masih tetap saja egois. bertahan terlalu lama ... meski ia tahu, sebagian hati pemuda itu tak lagi terbuka untuknya.
lalu.. salah siapa? kemarau kah ?
bukan.... ini salahnya, salah pemuda yang tak berkata terus terang kepada kemarau untuk pergi.
seandainya ia lebih tegas dengan hatinya dan mengatakan "maafkan aku, namun aku berharap hujan berada di sisiku.. bisakah kau melepaskan perasaanmu terhadapku?"
jika ia mengatakan itu... pastilah kemarau akan pergi dan berlalu bersama angin muson timur dan berjalan ke arah belahan bumi yang lain untuk bertemu seseorang yang bersedia memungut kepingan hatinya. mungkin kemarau memang harus pergi dan mengizinkan angin muson barat bertiup mengantarkan musim hujan kehati pemuda itu ..
dengan begitu, kemarau tak akan lagi terlihat egois untuk terus berada di hati pemuda itu.
ya.... sepertinya begitu.
namun, apakah ada yang memikirkan luka sang kemarau?
apa kau melihat asap? mungkin hati kemarau tengah terbakar menyaksikan hujan yang nampak melankolis dan cantik dalam angan angan pemuda itu.
by : nurul hidayy ~~~
ditulis saat kemarau masih bertahan di kota semarang
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar