Ini adalah alasan mengapa terkadang seseorang tersenyum saat melihat butir butir air yang jatuh menyentuh tanah dengan begitu lembut...
Gerimis di Musim Gugur
Hijau....
Ia tersenyum..
Di tengah rintik yang menyusul menitik..
Hatinya teriris, menatap sang gadis gerimis..
Gerimis yang mengetuk, tik.. tik...tik.. ataukah...
Air mata yang jatuh?, tik... tik... tik..
Kuning...
Hijau tlah menjadi kuning
Yang tersimpan jauh dalam relung hatinya..
Gadis gerimis, membalas senyumnya..
"Kau suka musim gugur?".tanya pemuda itu
"Ya, aku selalu merindukan musim gugur " jawabnya.
Merah....
Kuning menjelma menjadi merah
Merah yang jatuh hati
Gerimis lembut yang tersenyum dalam diam..
Gerimis di musim gugur nampak serasi,
Berpadu dalam untaian memori
"Kenapa kau merindukannya?"tanya pemuda musim gugur..
"Karena ku tahu, musim gugur akan segera berlalu"
jawab gadis gerimis..
Coklat...
Merah telah berubah coklat,
Daun coklat melayang ditiup angin..
Seolah tengah mengucap salam perpisahan pada gerimis..
Perlahan, luruh dan menghilang dalam diam..
Sedangkan gerimis masih menitik..
Tik.. tik... tik... itu air mata gadis gerimis.
"Kenapa kau pergi" tanya gadis gerimis..
"Karena aku musim gugur,
Aku ditadirkan untuk berjumpa denganmu,
untuk mewarnai hatimu, namun tak dapat bersamamu"
Jawab pemuda musim gugur..
Putih....Salju putih...
Tiada lgi hijau, kuning, merah ataupun coklat..
Yang ada hanya putih..
Putih yang membekukan hati..
Tanpa kau ketahui,
Gerimis masih menanti..
Tik...tik...tik... ia menitik
Untuk menyamatkan air mata.
Perlahan gerimis turun..
Mungkin... ia ada untuk menyeka air mata seseorang..
Agar musim gugur tak melihat banyak kesedihan...
"Jadi, tersenyumlah.."
Warna warna dedaunan musim gugur diatas mrlambangkan waktu yang terus melaju.. tokoh utamanya adalam gerimis dan musim gugur yang bertemu lalu berpisah... ini adalah alasan kecil kenapa kita perlu tersenyum saat butir butir gerimis jatuh... :-) :-)
By: nurul hidayy...
Ditulis larut malam ketika gerimis tak jadi turun...

Tidak ada komentar :
Posting Komentar