Kamis, 19 Februari 2015
kepada anda sang angin kenangan~
Kepada anda sang angin kenangan..
Angin tengah berhembus meniupkan sebuah kisah dan merangkai melodi melodi klasik dalam dedaunan yang perlahan menarikan tarian yang terbungkus dalam nada nada pilu.
Kepada anda sang angin kenangan, .ketika kucoba bertanya kepada dedaunan dan bunga matahari yang pernah tertiup menjadi saksi akan kehadiran anda, mereka tetap bisu dan tak mau menjawab siapakah anda.
Lalu kucoba bertanya kepada ilalang kering yang ketika anda lalui seperti hendak melambaikan tangan dan menyapa anda. Namun, mereka tetap hanya diam ketika saya menanyakan tentang siapa anda.. dan ketika ilalang itu kembali bergerak merekapun menjawab bahwa angin yang berbeda lah yang tengah mereka sapa..
Lalu kutanya kepada hatiku yang coba menerka nerka tentag siapa anda.,namun hatiku tetap tak mampu mampu menjawabnya..
Lalu harus kutanya kepada siapa... ?
Tolong.... bisakah anda katakan siapa anda?
Apakah anda mengingat saya?
Saya mungkin adalah satu dari ribuan bunga matahari yang pernah anda lewati, ah... mungkin anda sudah lupa...
Seperti ribuan bunga matahari yang lain, saya juga tersenyum saat anda melewati saya.bahkan anda sempat menceritakan banyak hal tentang impian impian anda. Anda lewat di depan saya dengan memberikan kesejukan yang tidak dapat saya definisikan... namun setelah itu yang tersisa dari anda adalah kenangan layaknya embun pagi yang seharusnya menghilang saat sang surya mulai naik ke singgasananya. Namun, di tangan saya kenangan itu justru tinggal menetap laksana embun yang beku dan terjebak di tengah hamparan kristal es.
Kenangan itu tak dapat saya cairkan ataupun sublimkan begitu saja.
Suatu waktu anda berkata kepada saya bahwa angin tidak dapat diam dan tinggal di tempat yang sama.. saya menangkap maksud yang tersirat dalam ucapan anda, bahwa anda tidak dapat terus berada di sisi saya..
Dan andapun pergi tanpa pernah menoleh sedikitpun.. ya.... anda seperti hilang termakan oleh kabut yang berusaha menyembunyikan anda .
Seiring dengan bergantinya puluhan kali musim semi, saya terkadang masih duduk diam dan bertanya tanya "apakah mungkin anda akan kembali? " dan dengan berakhirnya puluhan kali musim semi,saya mulai menemukan jawaban tentang sang angin kenangan..
Bahwa " angin tak dapat kembali ke tempat yang sama".....
sekali lagi saya bertanya? Siapa anda... kenapa saya harus terluka saat anda pergi dan tak pernah kembali lagi?
Saya hanya ingin mengucapakan selamat tinggal setidaknya saya ingin berterimakasih karena anda telah membuat saya tersenyum..
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar