Minggu, 08 Februari 2015

Ribuan besok

Aku masih terdiam memandang ribuan rintik hujan yang terjatuh mengetuk tanah..
Ratusan ribu detik telah berlalu , namun waktu yang kulihat nampak seperti statis. Mungkin ribuan rintik yang jatuh telah menenggelamkan jarum jarum jam. Lalu kupikir waktu seperti diam saja ketika aku terdiam menunggu sesuatu di bawah rintik rintik bening .
"Bukankah seseorang pernah berkata tentang hukum relativitas?"tanyaku pada bayang bayangmu ..
"Kau tahu? Bagiku waktu itu sungguh sungguh sesuatu yang relatif. relatif terlalu lama untuk menunggu sosokmu.
Dan akupun mulai jenuh mencari bayang bayangmu yang mungkin tengah bersembunyi di tengah tengah rintik rintik yang nampak begitu melankolis.


Dan hari ini masih dengan perasaan yang sama, aku berharap kau datang hari ini.. Namun, masih dengan hasil yang sama.. Yang kurasakan adalah harapan yang tenggelam terbawa pergi oleh senja..
Ah... Mungkin bukan hari ini..
Mungkin saja besok, atau bisa juga besoknya lagi..
Atau mungkin setelah jutaan kata yang bernama "besok" , kau baru akan tersenyum di depanku dan berkata "aku disini" ..
Ya... Tentu masih dengan harapan yang sama seperti ribuan kata besok yang kuharapkan kemarin ..
Ah sudahlah.. Mungkin itu hanyalah sebuah jawaban dari harapan yang belum tiba hari ini. :)
Dan akupun mulai memutuskan untuk tidak lagi menunggumu di tengah ribuan rintik rintik hujan. Cukuplah aku mendoakanmu agar kau selalu baik baik saja.
Bukan lagi di bawah rintik hujan, mungkin sesekali aku akan mengingatmu lalu mendoakanmu di tengah lembar demi lembar kertas usang sebuah buku yang tengah kupahami..
Atau bisa jadi sesekali aku akan mengingatmu lalu mendoakanmu di sela sela rutinitas harianku di tengah ribuan manusia..
Tenanglah..... Aku akan tetap mengingatmu meski kadang terasa berat harus menggenggam harapan dengan kepingan hatiku yang tersisa.. :)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar