Minggu, 27 Maret 2016

azalea dan musim semi


---pemuda musim semi---

''Ada yang hilang....''
Kening pemuda itu berkerut samar. Tentu saja ada yang hilang. Ia tahu benar ada sesuatu
yang hilang. Hanya saja ia tidak tahu apa yang hilang itu. Dan apakah sesuatu yang
hilang itu penting ataukah tidak.
Ia menarik napas dalam-dalam. Yah... mungkin bukan sesuatu yang penting.
Ia berputar membelakangi jendela dan memandang ke sekeliling ruangan. Aula
besar itu mulai ramai. Orang-orang terlihat gembira, saling tersenyum, tertawa, dan
mengobrol. 
rasanya begitu sesak,ia pun memutuskan untuk pergi dari ruangan itu dan mencari udara segar diluar. ia mrasa sangat sesak. entah sesak karena banyaknya orang orang asing yang lalu lalang di sekitarnya, atau sesak karena ia tak mengetahui apa yang hilang dari sebagian hatinya. 

........ Aneh sekali. memori otaknya bahkan tak mengenal siapa yang tengah ia rindukan. namun,  ia yakin ia tidak mengenal orang itu. 
Tetapi kenapa sepertinya hatinya berkata sebaliknya?
Kenapa hatinya seakan berkata padanya bahwa ia merindukan orang itu?

---wanita, pengagum bunga azalea---

musim semi yang indah, musim semi sudah sampai disini, bunga azalea juga sudah mulai mekar dengan menawan. ladang ladang beku berubah menjadi lautan kelopak warna pelangi. apa kau masih ingat? dulu kau sering duduk ditaman ini bersamaku, menikmati angin musim semi serta bunga azalea yang mekar bersamaan pada musim itu. mungkin ini sudah kali kelima aku duduk disini, melihat bunga azalea yang mekar menyapa musim semi.  saat ini hujan mualai mereda, tak sesering dan sederas musim itu, saat kau masih duduk bersamaku disini. apa kau ingat? percakapan sederhana kkta tentang bunga azalea?

''kenapa kau begitu menyukai bunga azalea'' tanyaku 

''hmm,,,, kau tahu? bagiku Azalea sebenarnya bukanlah termasuk bunga yang mewah, karenanya Azalea memiliki makna kesederhanaan dalam sifatnya. Azalea memang bukan yang terindah, begitu nampak biasa, namun bagiku, ia memberikan kesan indah dan memancarkan aura kesejukan. dan menurutku, Itulah sebuah kekuatan yang tersimpan di balik keindahan yang sederhana.'' jawabmu 

kini, sudah berapa tahun semenjak kau mengatakan itu, entah aku lupa... hmmm... tunggu maksudku aku sengaja melupakannya. sekarang taman bunga ini menjadi jauh lebih indah saat musim semi tiba. bunga azalea semakin banyak yang mekar disini. 
dan... lucunya, hmm.... entah lucu atau ironis, di saat seperti ini aku merindukanmu,  sangat.... 
dan tak tahu harus bagaimana, ingin kembali mendengar alasanmu yang selalu terdengar seperti hembusan angin di musim semi. ya tentu saja ... alasanmu mengapa menyukai bunga azalea . 

dan lama-lama aku bosan, duduk menunggumu di tengah tengah musim semi. kurasa satu persatu kelopak azalea mulai gaduh bertanya siapa yang tengah kutunggu. entah bagaimana aku harus menjawab mereka satu persatu. 

mungkin jika rindu bertanggal kadaluarsa, maka tanggal yang mungkin tertera pada bungkus rindu itu adalah esok. bukankah tak baik jika aku masih menyimpannya ? mungkin lama lama akan menjamur dan membusuk. jadi kutinggalkan rindu itu dibangku tengah taman tempat biasa kita duduk melihat azalea. kuharap seseorang mau memungutnya.

----pemuda musim semi---


Tiba-tiba pemuda itu  tersadar dari lamunannya dan memandang jalanan di depannya. 
Di mana dia sekarang? Ia sudah mengemudi tanpa sadar ke mana arah tujuannya. ia memandang ke taman yang luas di seberang jalan.

''Kenapa aku bisa sampai di sini?'' tanyanya dengan heran kepada dirinya sendiri. 
Ia tidak ingat pernah datang ke sini. Tapi karena ia sudah ada di sini, ia pikir tidak ada salahnya masuk dan berjalan jalan menikmati bunga bunga yang bermekaran pada malam hari di musim semi. ia melihat sekeliling. 

''Benar, sama sekali tidak asing.'' gumamnya. warna warni bunga musim semi yang bermekaran,suasana melankolis, aroma bunga yang ada disekitarnya serta bangku panjang yang didepannya terdapat kumpulan bunga azalea cantik juga nampak membuatnya seolah tak asing. rasanya selalu seperti ini setiap musim semi, pemuda itu selalu merasa sedih saat melihat bunga azalea yang mekar menemani musim semi.rasanya ia seperti takut untuk memetik dan menghancurkan kelopak kelopak merah mudanya. mungkin ada kenangan disana atau mungkin ada kisah yang pernah dia lalui disana. 

entahlah..... ia lupa, kepalanya semakin pusing saat mencoba mengingat-ingatnya. kecelakaan berapa tahun silam telah berhasil merubahnya menjadi orang asing. bahkan di negerinya sendiri


ditulis oleh nurul hidayy, saat sedang jenuh mengerjakan tugas. 






Tidak ada komentar :

Posting Komentar