Kamis, 03 Maret 2016

''ketika rindu di seberang kota tak dapat lagi kau dengar''

''ketika rindu di seberang kota tak dapat lagi kau dengar''

ketika satu persatu ambisi dan impianmu terpenuhi seiring dengan melajunya waktu, maka mungkin saja, hal-hal yang kau dapat saat ini merupakan jawaban dari bisikan lirih  doa orang-orang yang mencintaimu dikala tengah malam, orang-orang yang tidak pernah memintamu untuk mendoakannya kembali.

ya,tentu, masing masing individu memiliki alasan untuk terlalu sibuk bergulat dengan suatu aktivitas ambisius dengan tujuan keterjaminan finansial dan kecukupan materi di masa mendatang. tidak, mungkin tidak ada siapapun yang berhak melarang hal tersebut. karena seiring melajunya waktu, banyak hal yang harus diraih dan dimiliki seorang individu dalam hidupnya.   


sementara itu di seberang tempat yang lain, dikala kau terbangun yang terlintas dan memenuhi kepalamu sepanjang waktu mungkin hanyalah kumpulan-kumpulan persoalan duniawi nan rumit yang saling berkejaran dan berlomba lomba menghindari suatu batas garis bernama ''deadline". 
kemudian dilanjutkan dengan rutinitas harianmu yang saling berdesak desakan berebut dengan waktu yang begitu pendek untuk menguasai sepenuhnya seisi rongga dalam sel otakmu.
dan mungkin akan begitu seterusnya, seiring dengan ambisi yang kian meninggi dan ego yang kian tak bertepi, perlahan mungkin dengan menyempitnya waktu dan melebarnya jarak akan membuatmu melupakan bebrapa orang yang terus mendoakanmu dari seberang sana. 

engkau terus saja berlari memeluk erat apa yang dimiliki, atau berlari mengejar apa yang dimimpi. Namun kau lupa akan satu hal, bahwa waktu pun ikut berputar, mengejarmu yang berlari penuh keserakahan.
Waktu akan terus berputar, sejauh apapun kau menghindar. Ia akan mengejar, bahkan merenggut hal paling berharga yang kau miliki. entah itu berbentuk hal hal indah yang kelak hanya akan menjadi kenangan, ataukah peristiwa terhebat dalam hidupmu yang bahkan hanya akan dimuat dalam koran usang puluhan tahun silam. 
sesekali di tengah tengah kesibukan yang selalu kau tuan-kan, ingatlah tentang kedua orang yang telah dengan sangat tulus mendoakan keberhasilanmu dari seberang tempat yang bahkan tak akan kau dengar bagaimana bait bait indah dalam setiap permohonan doanya berbunyi. 
sesekali atau bahkan sempatkanlah melihat bagaimana garis garis kerut diwajahnya, lingkaran hitam di bawah mata nya serta warna keputihan di sela sela rambutnya yang hitam mulai tampak nyata. atau jika kau terlalu sibuk untuk melakukan hal tersebut, setidaknya kabarkan bahwa kau baik baik saja di tempatmu sekarang. setidaknya hal tersebut bisa mengurangi kecemasan mereka terhadapmu yang tak pernah lagi mengirimkan kabar. 
mungkin beberapa tahun lagi kau akan menyelesaikan studimu, dan seorang aktivis ataupun individu kutu buku yang terlampau sibuk berkejaran dengan waktu akan menjelma menjadi seseorang yang mungkin akan merintis karier cemerlangnya ke tempat lain yang lebih jauh.  tentu, lebih jauh dari orang yang semasa waktu sibukmu telah jarang kau sapa atau bahkan kau tanyakan kabarnya. 
dan, cepat atau lambat waktu akan merenggut beberapahal hal berharga yang mungkin pernah kau acuhkan begitu saja. bahkan kau ketakutan akan kehabisan usia, namun waktu tak akan pernah berhenti, ia akan terus berputar menghabiskan sisa usia yang tertinggal. entah usia siapapun itu, mungkin seseorang yang kelak akan sangat kau rindukan senyumnya dan sambutan hangatnya saat kau pulang ke kota lamamu.  
Dan pada akhirnya, sesuatu yang telah kau kejar dan pertahankan dengan erat akan hilang sebelum kau benar-benar merasakannya, atau mungkin terbawa waktu untuk kemudian menjadikannya sebagai pelajaran bagi insan yang lain. apapun itu, semoga kau tidak pernah terlambat. pulanglah, sesekali tengoklah beliau yang rindunya mungkin tak terdengar olehmu, tanyakan bagaimana kabarnya, izinkan beliau menjadi barisan orang tua yang bahagia karena selalu dapat melihat senyum putra putrinya yang berada di dekatnya. bukan setiap hari, namun sesering yang kau bisa untuk membuatnya tersenyum bahagia saat melihatmu menjadi insan yang berhasil dan tetap mengingat tempat untuk kau datangi dalam setiap waktu luangmu. 

"ditulis untuk beberapa orang yang tak mampu lagi mendengar suara rindu di seberang kota"

 by nurul hidayy 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar