
''ketika
rindu di seberang kota tak dapat lagi kau dengar''
ketika satu persatu
ambisi dan impianmu terpenuhi seiring dengan melajunya waktu, maka mungkin
saja, hal-hal
yang kau dapat saat ini merupakan jawaban dari bisikan lirih doa
orang-orang yang mencintaimu dikala tengah malam, orang-orang yang tidak pernah
memintamu untuk mendoakannya kembali.
ya,tentu,
masing masing individu memiliki alasan untuk terlalu sibuk bergulat dengan
suatu aktivitas ambisius dengan tujuan keterjaminan finansial dan kecukupan
materi di masa mendatang. tidak, mungkin tidak ada siapapun yang berhak
melarang hal tersebut. karena seiring melajunya waktu, banyak hal yang harus
diraih dan dimiliki seorang individu dalam hidupnya.
sementara
itu di seberang tempat yang lain, dikala kau terbangun yang terlintas dan
memenuhi kepalamu sepanjang waktu mungkin hanyalah kumpulan-kumpulan persoalan
duniawi nan rumit yang saling berkejaran dan berlomba lomba menghindari suatu
batas garis bernama ''deadline".
kemudian
dilanjutkan dengan rutinitas harianmu yang saling berdesak desakan berebut
dengan waktu yang begitu pendek untuk menguasai sepenuhnya seisi rongga dalam
sel otakmu.
dan
mungkin akan begitu seterusnya, seiring dengan ambisi yang kian meninggi dan
ego yang kian tak bertepi, perlahan mungkin dengan menyempitnya waktu dan
melebarnya jarak akan membuatmu melupakan bebrapa orang yang terus mendoakanmu
dari seberang sana.
engkau
terus saja berlari memeluk erat apa yang dimiliki, atau berlari mengejar apa
yang dimimpi. Namun kau lupa akan satu hal, bahwa waktu pun ikut berputar,
mengejarmu yang berlari penuh keserakahan.
Waktu akan terus berputar, sejauh apapun kau menghindar. Ia akan
mengejar, bahkan merenggut hal paling berharga yang kau miliki. entah itu
berbentuk hal hal indah yang kelak hanya akan menjadi kenangan, ataukah
peristiwa terhebat dalam hidupmu yang bahkan hanya akan dimuat dalam koran
usang puluhan tahun silam.
sesekali di tengah tengah kesibukan yang selalu kau tuan-kan,
ingatlah tentang kedua orang yang telah dengan sangat tulus mendoakan
keberhasilanmu dari seberang tempat yang bahkan tak akan kau dengar bagaimana
bait bait indah dalam setiap permohonan doanya berbunyi.
sesekali atau bahkan sempatkanlah melihat bagaimana garis garis
kerut diwajahnya, lingkaran hitam di bawah mata nya serta warna keputihan di
sela sela rambutnya yang hitam mulai tampak nyata. atau jika kau terlalu sibuk
untuk melakukan hal tersebut, setidaknya kabarkan bahwa kau baik baik saja di
tempatmu sekarang. setidaknya hal tersebut bisa mengurangi kecemasan mereka
terhadapmu yang tak pernah lagi mengirimkan kabar.
mungkin beberapa tahun lagi kau akan menyelesaikan studimu, dan
seorang aktivis ataupun individu kutu buku yang terlampau sibuk berkejaran
dengan waktu akan menjelma menjadi seseorang yang mungkin akan merintis karier
cemerlangnya ke tempat lain yang lebih jauh. tentu, lebih jauh dari orang
yang semasa waktu sibukmu telah jarang kau sapa atau bahkan kau tanyakan
kabarnya.
dan, cepat atau lambat waktu akan merenggut beberapahal hal
berharga yang mungkin pernah kau acuhkan begitu saja. bahkan kau ketakutan akan
kehabisan usia, namun waktu tak akan pernah berhenti, ia akan terus berputar menghabiskan
sisa usia yang tertinggal. entah usia siapapun itu, mungkin seseorang yang
kelak akan sangat kau rindukan senyumnya dan sambutan hangatnya saat kau pulang
ke kota lamamu.
Dan pada akhirnya, sesuatu yang telah kau kejar dan pertahankan
dengan erat akan hilang sebelum kau benar-benar merasakannya, atau mungkin
terbawa waktu untuk kemudian menjadikannya sebagai pelajaran bagi insan yang
lain. apapun itu, semoga kau tidak pernah terlambat. pulanglah, sesekali
tengoklah beliau yang rindunya mungkin tak terdengar olehmu, tanyakan bagaimana
kabarnya, izinkan beliau menjadi barisan orang tua yang bahagia karena selalu
dapat melihat senyum putra putrinya yang berada di dekatnya. bukan setiap hari,
namun sesering yang kau bisa untuk membuatnya tersenyum bahagia saat melihatmu
menjadi insan yang berhasil dan tetap mengingat tempat untuk kau datangi dalam
setiap waktu luangmu.
"ditulis untuk beberapa orang yang tak mampu lagi mendengar
suara rindu di seberang kota"
by nurul hidayy
engkau terus saja berlari memeluk erat apa yang dimiliki, atau berlari mengejar apa yang dimimpi. Namun kau lupa akan satu hal, bahwa waktu pun ikut berputar, mengejarmu yang berlari penuh keserakahan.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar