----jepang, musim gugur tahun ini--
--gadis gingko--
Kini beberapa tahun telah berlalu, ribuan helai daun gingko telah gugur, dan bebarapa kali musim telah datang silih berganti, kali ini senja begitu tenang, sepertinya matahari juga perlahan terjun tengelam ditenangnya angin lembut musim gugur. beberapa tahun lalu kau pernah berkata bahwa tempat ini mungkin akan banyak berubah saat kita kembali mengunjunginya. kali ini kau salah, tempat ini masih menjadi jalanan yang sama indahnya seperti beberapa tahun yang lalu, persis
seperti terakhir kali kita disini. hanya saja, yang berubah adalah sebagian sisi space kecil di sampingku yang biasa terisi oleh sosokmu yang berjalan dengan tenang sambil tersenyum menggenggam tanganku. kini nampak kosong dan hanya terisi oleh berkas berkas sisa matahari senja yang perlahan menghilang juga.
---Jepang, musim sesmi beberapa tahun silam ---
--gadis gingko--
bau bau musim semi yang perlahan menghilang mulai terasa. namun, aku tak pernah lelah dan bosan duduk di bawah pohon ini, sambil menikmati hujan kelopak dan helai bunga cherry putih dengan bercak bercak warna merah muda. seperti hari hari kemarin, hari ini aku melihatnya lagi dari jarak yang mungkin takkan terlihat olehnya. sudah beberapa kali aku melihatnya disana. pemuda yang duduk sambil memandangi kanvas yang berisi cat warna warni yang berpadu membentuk sebuah gambar cantik. namun, entah ini sudah kali keberapa saat aku melihatnya dari tempat ini, namun belum sekalipun aku melihat wajahnya, yang kulihat hanyalah mantel coklatnya dan syal merahnya yang berwarna senada. entahlah apapun itu, yang kutahu musim semi hampir menguap namun ia tetap saja melakukan hal yang sama seperti beberapa waktu yang lalu. datang untuk melukis beberapa objek objek indah yang ada di sekitar tempat itu dan kemudian pergi meninggalkan kertas kanvasnya yang nampaknya sengaja ia tinggalkan. dan seperti biasa, saat dia pergi menjauh beberapa menit dari tempat itu, aku datang memungut kanvas yang ia buang. nampak seperti lukisan yang belum usai dan sengaja dibuang.
entah, aku tidak pernah mengerti bagian mana dari gambar itu yang membuatku jatuh hati.. bagiku gambar tersebut memiliki sebuah alur ceritanya tersendiri. dan entah seolah tanganku selalu ingin menuliskan sesuatu di kanvas itu seperti saat saat aku melihat lukisannya kemarin. lalu mengembalikan kanvas tersebut pada tempat pertama ia terjatuh dan dibuang oleh pemiliknya. berharap pemuda itu mau memungut kembali kanvasnya dan melanjutkan lukisannya.
dan hari itu, aku jatuh hati dengan lukisan itu
----jepang, musim semi ditahun yang sama--
--pemuda pelukis--
''sekarang masih musim semi, kenapa kau melukis bunga plum?''
''hmmm.... bunga plum yang mekar disaat penghujung musim dingin yang dipenuhi salju putih yang hampir mencair. bukankah itu berbeda dengan sakura yang setia mekar saat musim semi? bunga ini mekar sebelum sakura. Ia memang tak
sepopuler dan tak seindah sakura. Namun , bagi salju yang sempat melihat bunga
plum. Ia pasti akan mengatakan bahwa bunga plum sangatlah Indah .
“pertemuan untuk perpisahan” itulah takdir
pertemuan antara bunga plum dan salju .''
namun tiba tiba aku menemukan kata kata indah yang telah seseorang tulis dibalik kanvas yang telah kubuang. rasanya seperti menemukan kembali kepingan kepingan terakhir puzzle yang telah lama kususun dengan hati hati. bukan hanya hari ini, beberapa waktu yang lalu aku juga telah menemukan tiga kali tulisan yang ia tulis dibalik kanvas yang kubuang di tempat yang sama.
tulisan pertama
''kenapa pergi ke tempat ini untuk melukis bunga matahari ? bukankah seharusnya pergi ke suatu tempat yang terdapat bunga matahari yang tengah dengan sabar memandangi matahari? kau tahu ?Bunga
matahari selalu menghadap ke arah
matahari, begitu katanya, tapi.. jangan-jangan mungkin.. justru matahari yang ingin agar bunga
matahari menoleh ke arahnya, karenanya ia begitu tinggi menguasai langit di
musim panas”
^^ lukisannya sangat indah, jangan membuangnya disini, ini terlalu indah untuk dibuang''
tulisan kedua
''banyak hal indah yang kau lukis, kali ini lukisanmu tentang seseorang yang tengah jenuh membungkus satu persatu memori ditengah senja yang dipenuhi ranting ranting pepohonan gingko kering yang nampak begitu melankolis, mungkin seperti itu .
“berapa
juta kisah yang tak kuketahui tentangmu ?”
“berapa
juta kenangan yang tersembunyi di balik sosokmu ?”
“Bisakah
kau menjelaskannya padaku? Kepada orang asing yang jatuh hati pada lukisanmu”
sekarang aku jadi lebih sering duduk disini, melukis sambil diam diam mengamati dan mencari sosoknya yang bersembunyi entah di bagian mana dari kota ini. aku yang mulai jatuh hati pada kata kata yang ia tulis untukku. berharap tanpa sengaja kami segera bertemu dan saling menanyakan banyak hal. namun, semakin lama aku semakin kehabisan alasan untuk tetap diam duduk menunggunya disini, kelopak cherry sudah hampir meranggas. dan angin musim semi perlahan mulai menyublim, seolah mengejekku yang tak tahu tengah menunggu siapa. ya... apakah dia tahu? aku menunggunya ! seseorang yang menghilang bersama berlalunya musim semi.
--- jepang, musim gugur ditahun yang sama--
--gadis gingko--
lama aku tak pernah melihatnya lagi duduk melukis ditempat yang sama. bagaimana kabarnya sekarang ? apakah dia sudah berhenti melukis ataukah bagaimana? langit masih cerah disini. daun gingko masih dengan indah setia berguguran menemani musim gugur yang nampak sendu. sesendu hati seseorang yang menunggu seseorang yang bahkan belum pernah ia kenal. ya.... aku merindukan lukisannya, merindukan menulis dibalik lukisan indahnya.
namun tiba-tiba pandanganku beralih ke kerumunan pejalan kaki yang barada di ujung gingko avenue . akupun berjalan kearahnya,
''nampak seseorang mengenakan jas rapi dan berdiri diantara banyak lukisannya. nampaknya ia sedang mengadakan pameran lukisan di tempat itu. setelah beberapa langkah aku mendekat , aku sangat terkejut saat melihat tiga diantara barisan lukisannnya adalah beberapa lukisan yang pernah kulihat tergeletak diantara kelopak cherry warna putih bercorak merah muda. dan dibawah lukisan itu tertulis sebuah kata kata yang rasanya benar benar mebuat air mataku jatuh.
'' seperti katamu, aku sudah melanjutkan lukisanku dengan baik dan mendapatkan nilai A untuk lukisanku di semester ini, terimakasih untuk kata-kata indahmu yang telah membuatku jatuh hati. kanvas ini lusuh karena sering kubawa kemana mana, berharap takdir mengizinkanku bertemu denganmu tanpa sengaja di sebuah tepi jalan. berharap dapat mengetahui siapa namamu, dan apabila kita ditakdirkan bertemu di gingko avenue ini, aku akan memanggilmu gadis gingko''
pemuda itu tanpa sengaja melihat air mataku yang tanpa kusadari menetes dengan pelan. ia lalu menghampiriku dan berdiri tepat dihadapanku. perlahan dia mengambil sebuah lukisan yang sangat indah dan menghadapkan lukisan itu kepadaku.
'' tolong, tuliskan sesuatu dibalik lukisan ini, nona gingko''
akupun segera meraih pena yang ia berikan untukku dan menuliskan sesuatu dibalik kanvas itu.
''terimakasih telah kembali melukis dengan baik, dan terimakasih telah bersedia mencariku, tolong, teruslah melukis dengan indah karena aku jatuh hati pada semua lukisan lukisanmu'' tulisku pada kanvas itu.
--pemuda pelukis, di tempat yang sama, gingko avenue--
dan aku benar benar bertemu dengannya, dengan seseorang yang selama ini telah kucari dan kurindukan tanpa tahu bagaimana wajahnya. dia.... sangat cantik, secantik kata kata yang pernah dia tulis dibalik kanvasku. senyumnya benar benar meluluhkan hatiku yang dingin untuk kembali menjadi hangat. Bunga matahari selalu menghadap
ke arah matahari, begitu katanya pada musim semi yang lalu, tapi.. mungkin... justru matahari yang ingin agar bunga
matahari menoleh ke arahnya, karenanya ia begitu berambisi tinggi menguasai langit di
musim panas. mungkin benar, Matahari perlu diajarkan tentang kesetiaan dan kelembutan...Setelahnya mungkin ia akan bersahabat dengan angin musim gugur dan bertemu cinta yang tepat.
. . . .
dan sejak pertemuan dibawah pohon gingko itu, kami menjadi akrab satu sama lain. kami merasa memiliki kecocokan dalam banyak hal. namun terkadang kau perlu tahu, bahwa waktu dan musim selalu punya rahasia untuk menciptakan bab bab baru dalam kisah seseorang. entah itu pertemuan ataupun perpisahan.
dan tepat dipenghujung musim gugur pada tahun kedua setelah kita bertemu, dibawah pohon gingko yang semakin banyak menggugurkan dedaunan berbentuk kipas kekuningan di tengah dinginnya hembusan angin tepatnya dipenghujung musim , kamipun berpisah untuk melanjutkan studi ke negara impian kami masing-masing. sambil memendam harapan yang begitu besar untuk kembali bertemu di tempat yang sama indahnya dengan kata kata yang pernah ia tuliskan untukku.
''semoga langit mempunyai jalan cerita yang indah untuk mempertemukan kita lagi, aku akan sangat merindukanmu.. saat kita bertemu mungkin tempat ini akan berubah, entah jadi lebih inah ataupun jadi lebih ramai. namun, kuharap hatimu masih tetap sama seperti saat kita masih bersama''
''semoga langit mempunyai jalan cerita yang indah untuk mempertemukan kita lagi, aku akan sangat merindukanmu.. saat kita bertemu mungkin tempat ini akan berubah, entah jadi lebih inah ataupun jadi lebih ramai. namun, kuharap hatimu masih tetap sama seperti saat kita masih bersama''
..................
ditulis oleh nurul hidayy ketika matahari musim panas dengan terik menyinari tempatnya.




Tidak ada komentar :
Posting Komentar